Jumat, 16 Desember 2016

HASIL ULANGAN MATEMATIKA MINAT X IPA 1 VEKTOR

Sabtu, 20 Februari 2016

Minggu, 03 Januari 2016

Jumat, 05 Desember 2014

elasa, 2 Desember 2014 | 07:05 WIB Dibaca: - Komentar: - | Share: Shutterstock /Ilustrasi


TERKAIT:
.Riset: Pekerja Sistem "Shift" Berpeluang Lebih Besar Alami Kerusakan Fungsi Otak 
    .Menguasai Lebih dari Satu Bahasa Bisa Mengasah Otak
    .Terbukti, Ganja Mengecilkan Tumor Otak
    .Telanjang Bikin Tidu Lebih Nyenyak

 KOMPAS.com - Jika Anda ingin terus memiliki otak yang tajam sampai usia senja, beberapa jenis pekerjaan dinilai bisa membantu Anda mencapainya.

 Dalam survei teranyar yang dilakukan LinkedIn, kebanyakan orang menjawab alasan mereka memilih sebuah pekerjaan adalah reputasi atasannya. Namun, sebaiknya Anda juga mempertimbangkan seberapa besar tantangan pekerjaan tersebut. Ini karena pekerjaan kita saat ini berdampak jangka panjang bagi kesehatan.

Tim peneliti dari Inggris menilai kemampuan kognitif (daya ingat, kecepatan memproses) pada lebih dari 1.000 orang lanjut usia, dan dianalisis apakah pekerjaan mereka ketika muda mempengaruhi skor kemampuan kognitif.

Untuk melakukan hal ini, mereka mengelompokkan "kompleksitas kerja" dalam tiga bidang: orang-orang, data, dan hal lainnya.

Profesi yang berkaitan dengan orang misalnya pengacara, dokter bedah, pelatih karyawan magang, dan sebagainya. Sementara itu pekerja pabrik atau pun pelukis, lebih jarang melakukan kontak sosial. Bidang pekerjaan yang berkaitan dengan orang antara lain membutuhkan kemampuan negosiasi atau mentoring, atau yang lebih kompleks akan melibatkan memberi instruksi.

 Sementara itu, pekerjaan yang berkaitan dengan data butuh kemampuan koordinasi dan mengumpulkan data.

Bidang pekerjaan ini misalnya arsitek, insinyur sipil, desainer grafis, dan musisi. Sedangkan profesi yang jarang berkaitan dengan data misalnya pekerja konstruksi, operator telepon, atau sopir bis. Bidang pekerjaan "lain-lain" berarti menyiapkan mesin beroperasi atau memutuskan peralatan yang tepat. Contoh karier di bidang ini adalah operator mesin, pembuat instrumen, atau mekanik. Sementara yang tidak masuk dalam kategori ini antara lain manager bank.

 Jadi, apa saja pengaruh kompleksitas tiga bidang pekerjaan itu terhadap kemampuan otak di usia lanjut?

 Walau pengaruhnya tidak terlalu besar, tetapi orang berusia 70 tahun yang pekerjaannya dulu banyak berkaitan dengan data atau orang, memiliki kemampuan berpikir yang tinggi.

 Para ahli menduga, karier dengan kemampuan interpersonal dan data akan membantu membangun sesuatu yang disebut dengan "cadangan kognitif".

 "Otak mengembangkan cara tertentu dalam bekerja, menetapkan jalur yang baik yang efisien atau tidak," kata Ross Andel, seorang profesor dari Ilmu Penuaan Universitas Florida Selatan.

 Jika Anda bekerja di lingkungan yang menantang, otak dapat membentuk jaringan yang lebih efisien, dan berpotensi menutupi efek negatif penuaan pada kemampuan mental. "Sehingga ketika Anda beranjak tua, 'otak mengalami penurunan sedikit, tetapi karena telah diajarkan bagaimana bekerja dengan baik melalui tugas-tugas kompleks, ia akan terus bekerja meskipun ada kerusakan," jelas Andel.

 Sebuah cadangan kognitif juga akan membuat volume otak tetap terjaga dari waktu ke waktu. Jika otak jarang diasah, semakin tua besarnya akan menyusut.

 Memiliki jenis pekerjaan yang membuat otak terus bekerja adalah latihan mental yang baik, sepanjang hari, berpuluh-puluh tahun. Pengaruhnya tentu lebih besar dibanding, katakanlah membaca buku atau mengerjakan teka-teki silang satu jam setiap hari. (Eva Erviana)

http://health.kompas.com/read/2014/12/02/070500023/Ingin.Otak.Tajam.Sampai.Tua.Pilihlah.Profesi.Ini.
Penulis : Dian Maharani | Selasa, 18 November 2014 | 11:05 WIB Dibaca: 3508 Komentar: 1 | Share: Shutterstock Ilustrasi

TERKAIT: • Bilingual Sebelum Usia 2 Tahun Picu Gangguan Bicara • Bayi Belajar Senyum Sejak Usia Sebulan • Belajar Bahasa Baru Bikin Otak Bugar • 7 Manfaat Menguasai Bahasa Asing bagi Otak • Rahasia di Balik Kecerdasan Linguistik Gayatri KOMPAS.com- Mampu berbicara lebih dari satu bahasa bisa mengasah kemampuan otak seseorang. Sebuah penelitian terbaru menunjukkan, seseorang yang menguasai dua bahasa atau bilingual, dapat memroses informasi lebih baik. Peneliti dari Universitas Northwestern, Illinois, dan Universitas Houston menggunakan alat pencitraan otak untuk melihat kemampuan dan pemahaman orang-orang bilingual terhadap kata-kata. Peneliti menemukan bahwa mereka yang berbicara lebih dari satu bahasa bisa menyaring kata-kata yang tidak perlu dengan baik. Sementara itu, mereka yang hanya menguasai satu bahasa, otaknya akan bekerja lebih keras untuk menyaring kata-kata itu. Penelitian, yang diterbitkan dalam jurnal Brain and Language inimenggunakan functional magnetic resonance imaging (FMRI). Alat ini menunjukkan bagaimana orang dengan kemampuan menguasai kedua bahasa secara bersamaan bisa memilih bahasa yang tepat saat mendengar lebih dari satu kata. Mereka meneliti 17 orang yang mampu bahasa Spanyol dan Inggris, dan 18 orang yang hanya menguasai satu bahasa. Para peneliti mengetes mereka dengan memperdengarkan kata "cloud" (awan). Kemudian ditampilkan empat gambar yang terdiri dari awan dan gambar lain yang pengucapannya mirip "cloud", seperti "clown" (badut). Para peneliti ingin melihat kecepatan otak menangkap kata dengan benar. Hasilnya, orang yang bilingual lebih tepat dibanding yang hanya menguasai satu bahasa. Para peneliti percaya bahwa belajar dua bahasa bisa mengasah kemampuan otak secara terus-menerus. http://health.kompas.com/read/2014/11/18/110536723/Menguasai.Lebih.dari.Satu.Bahasa.Bisa.Mengasah.Otak

Teks ikut mouse

Pokok Bahasan

VEKTOR

Laman

Unordered List

Sample Text

Diberdayakan oleh Blogger.

Translate

English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
by : AH

PERHATIAN

DILARANG NYONTEK

JANGAN PAKAI HP

Juara

PERSIB dan JABAR JUARA-Hidup PERSIB euy

Popular Posts

Recent Posts

Text Widget